selamat datang di www.unikindo.blogspot.com temukan lebih dari 10.000 artikel unik dan selalu terupdate setiap harinya!

Ibu Hamil 8 Bulan Dipukuli dan Ditendang Perutnya

Written By unik on Jumat, 22 Oktober 2010 | Jumat, Oktober 22, 2010

Kebijakan Pemerintah Cina memaksa perempuan yang sedang hamil delapan bulan ini untuk melakukan aborsi agar tidak melanggar kebijakan satu keluarga satu anak. Wanita hamil delapan bulan ini diseret dari rumahnya dan dipaksa untuk menjalani Aborsi jika dia tidak ingin melanggar hukum kebijaksanaan di China satu anak persatu keluarga.
Dua Belas Pejabat Pemerintah mendatangi rumah Xiao Aiying kemudian mereka memukuli dan menendang perutnya, sebelum ia menendang dan menjerit untuk dibawa ke rumah sakit. Di sana, wanita 36 tahun diperiksa oleh dokter dan disuntik dengan obat untuk membunuh bayi yang belum lahir. Luo Yanquan Suaminya, seorang pekerja konstruksi, kemarin menggambarkan keadaan saat petugas membuat ricuh di rumah keluarganya.
“Mereka mengunci tangan istrinya di belakang punggung dan mendorong kepalanya ke dinding serta menendang perutnya,” katanya. “Saya tidak tahu apakah mereka mencoba untuk membuatnya keguguran. ‘Putri kami berusia sepuluh tahun sangat senang dan bersemangat mendengar akan segera mempunyai adik tapi sekaranga ini aku tidak tahu bagaimana aku bisa menjelaskan kepadanya apa yang telah Terjadi’.
Dia dipanggil saat sebulan menjelang anak kedua kami akan lahir dan Pejabat berkata kepada pasangan itu bahwa mereka tidak diperbolehkan untuk memiliki bayi lain karena mereka sudah memiliki seorang anak perempuan. Istrinya, digambarkan ketika sampai di rumah sakit dalam kondisi memar cukup parah di bagian lengan dan anaknya yang sudah mati masih di dalam perutnya, katanya: “Saya telah memiliki bayi ini, merasakan ia bergerak gerak memutar di sekitar perut saya. Dapatkah Anda membayangkan bagaimana perasaanku sekarang ini ‘.

Pengalaman mengerikan ini dialaminya di Siming, dekat kota Xiamen, Cina barat daya, pada tanggal 10 Oktober kemarin, Persis sebulan setelah pemerintah Beijing mengatakan tidak akan main main dalam hukum keluarga berencana yang ketat. Keluarga kebanyakan orang China hanya diperbolehkan memiliki satu anak untuk mengurangi populasi lebih 1,3 miliar jumlah penduduk dan mengurangi permintaan terhadap sumber daya alam.
Kebijakan tersebut mengarah kepada peristiwa aborsi, diperkirakan terjadi sekitar 13 juta aborsi Setiap tahun, dan banyak dari Mereka diperintahkan dibawah tekanan oleh otoritas setempat. Dampak dari semua ini terlihat mulai meluas ke berbagai daerah. Warga pedesaan yang melanggar hukum satu anak dapat didenda sampai £ 25.000. Tapi dengan perkembangan dua dasawarsa terakhir dimana ekonomi cina meningkat pesat berarti banyak orang tua kelas menengah sekarang mempunyai cukup uang untuk membayar denda untuk mereke yang berkeinginan memiliki anak lebih dari satu.
Untuk Mereka tanpa uang tunai dan koneksi seperti Luos, keadilan berlangsung mengerikan dan sangat menakutkan. Sebenarnya aborsi paksa ini dilarang di bawah hukum Cina, tapi tidak melarang atau menetapkan peraturan aborsi lanjutan yang lebih terinci. Seorang pejabat dengan komisi keluarga berencana kabupaten Siming berkata bahwa prosedur pada Mrs Luo itu dilakukan secara sukarela dan Mr Luo sudah menyetujuinya katanya mengelak.
Rasa takut para pasangan resmi akan retribusi petugas telah membuat siksaan masyarakat umum di blog. Masyarakat umum Cina menyatakan perasaan jijiknya dengan peristiwa di Luos, Mereka menyebut petugas keluarga berencana KEJAM dan TIDAK BERKEPRIMANUSIAAN.




sumber :http://unik13.info/2010/10/sadis-gila-ibu-hamil-8-bulan-dipukuli-dan-ditendang-perutnya-dipaksa-untuk-aborsi-oleh-petugas-kb-foto/ 

0 comments:

laporkan jika ada comment SPAM atau SARA di: MACHINE.MW[at]GMAIL.COM atau harsajet[at]yahoo.com

Poskan Komentar

disclaimer

semua artikel yang berada di www.unikindo.com berasalkan dari sumber yang berbeda- beda, dan admin www.unikindo.com tidak mengklaim artikel tersebut. jika anda tidak setuju dengan penayangan artikel- artikel ini silahkan hubungi admin di: harsajet[at]yahoo.com