selamat datang di www.unikindo.blogspot.com temukan lebih dari 10.000 artikel unik dan selalu terupdate setiap harinya!

Ngintip cara pembuatan rel kereta api yuk!

Written By unik on Senin, 30 Agustus 2010 | Senin, Agustus 30, 2010

Sebelum nya kalian sudah pernah membaca trit mengenai bagemana pemasangan rel kereta api, disini neh tritnya Dj.Fikry, namun ada benarnya kalo sebelumnya kita jalan-jalan dulu ke pabrik manufaktur rel kereta di Rusia sana. Mungkin dengan ini kita ada gambaran bagemana sih cara mereka membuat rel kereta, dari bahan apa sih, dan mudah-mudahan trit ane ini bermanfaat bagi kita smua, amiiin

Apa sih rel itu?



Rel digunakan pada jalur kereta api. Rel mengarahkan/memandu kereta api tanpa memerlukan pengendalian. Rel merupakan dua batang rel kaku yang sama panjang dipasang pada bantalan sebagai dasar landasan. Rel-rel tersebut diikat pada bantalan dengan menggunakan paku rel, sekrup penambat, atau penambat e (seperti penambat Pandrol).
Jenis penambat yang digunakan bergantung kepada jenis bantalan yang digunakan. Puku ulir atau paku penambat digunakan pada bantalan kayu, sedangkan penambat e digunakan untuk bantalan beton atau semen.

Rel biasanya dipasang di atas badan jalan yang dilapis dengan batu kericak atau dikenal sebagai Balast. Balast berfungsi pada rel kereta api untuk meredam getaran dan lenturan rel akibat beratnya kereta api. Untuk menyeberangi jembatan, digunakan bantalan kayu yang lebih elastis ketimbang bantalan beton.

Rel terbuat dari apa sih?



Batang rel terbuat dari besi ataupun baja bertekanan tinggi, dan juga mengandung karbon, mangan, dan silikon. Batang rel khusus dibuat agar dapat menahan beban berat (axle load) dari rangkaian KA yang berjalan di atasnya. Inilah komponen yang pertama kalinya menerima transfer berat (axle load) dari rangkaian KA yang lewat.
Tiap potongan (segmen) batang rel memiliki panjang 20-25 m untuk rel modern, sedangkan untuk rel jadul panjangnya hanya 5-15 m tiap segmen. Batang rel dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan berat batangan per meter panjangnya. Di Indonesia dikenal 4 macam batang rel, yakni R25, R33, R42, dan R54. Misalkan, R25 berarti batang rel ini memiliki berat rata-rata 25 kilogram/meter. Makin besar “R”, makin tebal pula batang rel tersebut.
Perbedaan tipe batang rel mempengaruhi beberapa hal, antara lain (1) besar tekanan maksimum (axle load) yang sanggup diterima rel saat KA melintas, dan (2) kecepatan laju KA yang diijinkan saat melewati rel. Semakin besar “R”, maka makin besar axle load yang sanggup diterima oleh rel tersebut, dan KA yang melintas di atasnya dapat melaju pada kecepatan yang tinggi dengan stabil dan aman. (sumber)

Dan inilah cara pembuatan rel

Spoiler for tuh liat gan percikan apinya:
Spoiler for salah seorang pekerja menjadi operator mesin manufaktur:
Spoiler for adonan besi di tuang ke dalam cetakan rel:
Spoiler for adonan besi yang sudah di tuang dalam cetakan rel:
Spoiler for cetakan rel nya masih membara gan!:
Spoiler for rel yang baru aja di cetak gan!:
Spoiler for rel yang sudah jadi dibiarkan dalam beberapa hari untuk persiapan quality control:
Spoiler for rel yang baru jadi dilakukan quality control:
Spoiler for salah seorang pekerja mengamati secara visual rel yang telah di buat, semacam quality control:
Spoiler for suasana gudang penyimpanan rel:
Spoiler for rel yang udah di kemas siap untuk di kirim ke pemesan:

Penutup

Gimana gan, sudah ada gambaran tentang bagemana cara pembuatan rel kereta api kan? Memang agak mudah sih di pandang, tapi tentunya sulit kalo kita lihat langsung di lapangan
Kalo agan mo baca-baca tentang bagemana konstruksi rel kereta api di Indonesia, agan bisa baca karya dari agan pratamovich, di sana di ulas secara lengkap

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5146753

0 comments:

laporkan jika ada comment SPAM atau SARA di: MACHINE.MW[at]GMAIL.COM atau harsajet[at]yahoo.com

Posting Komentar

disclaimer

semua artikel yang berada di www.unikindo.com berasalkan dari sumber yang berbeda- beda, dan admin www.unikindo.com tidak mengklaim artikel tersebut. jika anda tidak setuju dengan penayangan artikel- artikel ini silahkan hubungi admin di: harsajet[at]yahoo.com