selamat datang di www.unikindo.blogspot.com temukan lebih dari 10.000 artikel unik dan selalu terupdate setiap harinya!

Kecewa, Gerhana Bulan Hanya di Indonesia Timur

Written By unik on Minggu, 26 Desember 2010 | Minggu, Desember 26, 2010

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1076172.jpg

INILAH.COM, Jakarta - Gerhana Bulan akan disaksikan di sebagian besar kawasan Amerika Utara dan Selatan. Namun di Indonesia, hanya penduduk di wilayah timur yang melihat. Mengapa?

Menurut peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin saat dihubungi INILAH.COM, gerhana bulan total yang terjadi hari ini, Selasa (21/12) tidak dapat disaksikan di wilayah Barat. Sebab, terjadi pada pukul 13:33-17.01 WIB.

“Karena kejadian gerhana bulan tepat di siang sampai sore kawasan barat maka bulan belum muncul di kawasan barat. Gerhana bulan total ini hanya dapat diamati di bagian Eropa, Afrika Barat, Amerika dan Pasifik,” ujar Thomas Djamaludin saat dihubungi via telepon pada Selasa (21/12).

Meskipun begitu, Thomas menyebutkan bahwa kawasan timur Indonesia masih bisa mengamati saat akhir gerhana bulan, yakni ketika bulan terbit. Namun ini hanya terjadi sebentar, saat akhir gerhana bulan total.

“Di kawasan timur seperti Jayapura tetap dapat menyaksikan akhir gerhana total sejak pukul 17:53 WIT. Gerhana berakhir pukul 19:01 WIT,” kata Djamaludin lagi.

Wilayah mendapat penampakan gerhana bulan total diantaranya Amerika bagian utara dan selatan, Eropa bagian utara dan barat, wilayah timur laut Asia seperti Korea dan Jepang, North Island, Selandia Baru dan Hawaii.

Gerhana bukan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampakan bulan tertutup oleh bayangan bumi. Peristiwa ini terjadi saat bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan kerena terhalang bumi.

Berdasarkan keterangan Badan Antariksa AS (NASA), gerhana berlangsung sekitar tiga jam saat bulan memasuki umbra, bayangan inti yang berada di tengah dan sangat gelap saat terjadi gerhana bulan.

Thomas Djamaludin juga menyebutkan bahwa peristiwa gerhana bulan terjadi pada saat bersamaan dengan titik balik matahari. Namun, ini hanya kebetulan dan tidak saling berhubungan satu sama lain.

“Titik balik matahari terjadi sekitar 21 atau 22 Desember saat matahari berada di titik selatan. Bisa jadi bersamaan dengan gerhana bulan namun ini tidak ada kaitan sama sekali.” [vin]

0 comments:

laporkan jika ada comment SPAM atau SARA di: MACHINE.MW[at]GMAIL.COM atau harsajet[at]yahoo.com

Poskan Komentar

disclaimer

semua artikel yang berada di www.unikindo.com berasalkan dari sumber yang berbeda- beda, dan admin www.unikindo.com tidak mengklaim artikel tersebut. jika anda tidak setuju dengan penayangan artikel- artikel ini silahkan hubungi admin di: harsajet[at]yahoo.com