selamat datang di www.unikindo.blogspot.com temukan lebih dari 10.000 artikel unik dan selalu terupdate setiap harinya!

Hati-hati Rabies

Written By unik on Kamis, 28 Oktober 2010 | Kamis, Oktober 28, 2010




Penyakit Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit hewan yang menular yang disebakan oleh virus dan dapat menyerang hewan berdarah panas dan manusia. 

Pada hewan yang menderita Rabies, virus ditemukan dengan jumlah banyak pada air liurnya. Virus ini akan ditularkan ke hewan lain atau ke manusia terutama melalui luka gigitan . Oleh karena itu bangsa Karnivora (anjing,kucing, serigala) adalah hewan yang paling utama sebagai penyebar Rabies. 

Penyakit Rabies merupakan penyakit Zoonosa yang sangat berbahaya dan ditakuti karena bila telah menyerang manusia atau hewan akan selalu berakhir dengan kematian. 

Mengingat akan bahaya dan keganasannya terhadap kesehatan dan ketentraman hidup masyarakat, maka usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit ini perlu dilaksanakan secara intensif. Untuk itu pemerintah menetapkan agar Indonesia bebas Rabies pada tahun 2005.

Quote:
Hewan yang rentan dengan Rabies 
Semua hewan berdarah panas rentan dengan Rabies. Penyakit Rabies secara alami terdapat pada bangsa anjing, kucing, kelelawar, dan karnivora liar.
Quote:
Masa Inkubasi 
Masa inkubasi adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit . Masa inkubasi penyakit Rabies pada anjing dan kucing kurang lebih 2 minggu (10 hari- 14 hari). Pada manusia 2-3 minggu dan paling lama 1 tahun.
Quote:
Tahapan Penyakit Rabies 

Perjalanan penyakit Rabies pada anjing dan kucing dibagi dalam 3 fase (tahap).

1. Fase Prodormal : Hewan mencari tempat dingin dan menyendiri , tetapi dapat menjadi lebih agresif dan nervus, pupil mata meluas dan sikap tubuh kaku (tegang). Fase ini berlangsung selama 1-3 hari . Setelah fase Prodormal dilanjutkan fase Eksitasi atau bias langsung ke fase Paralisa.

2. Fase Eksitasi : Hewan menjadi ganas dan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya dan memakan barang yang aneh-aneh. Selanjutnya mata menjadi keruh dan selalu terbuka dan tubuh gemetaran , selanjutnya masuk ke fase Paralisa.

3. Fase Paralisa: Hewan mengalami kelumpuhan pada semua bagian tubuh dan berakhir dengan kematian.
Quote:
Tindakan Terhadap Orang Yang Digigit (Korban) 

1. Segera cuci luka gigitan dengan air bersih dan sabun atau detergen selama 5 s/d 10 menit kemudian bilas dengan air yang mengalir , lalu keringkan dengan kain bersih atau kertas tissue.

2. Luka kemudian diberi obat luka yang tersedia (misalnya obat merah) lalu dibalut longgar dengan pembalut yang bersih.

3. Penderita atau korban secepatnya dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Berita Terbaru tentang rabies

Quote:
Dalam Sehari 153 Orang Digigit Anjing di Bali

Penularan rabies pada manusia mendapat perhatian serius dari banyak kalangan, khususnya di Bali. Bagaimana tidak, tingkat gigitan hewan penular rabies (GHPR) di daerah itu tercatat cukup tinggi yakni 153 kasus perhari.

Angka tersebut cenderung meningkat dibanding tahun lalu. Jika total gigitan selama tahun 2009 hanya 21.806 kasus, hingga 25 Oktober saja telah tercatat 45.540 kasus GPHR di seluruh wilayah dengan angka tertinggi tercatat di Kabupaten Buleleng yakni 6.060 kasus.

Dari sekian banyak kasus gigitan, sebagian besar langsung mendapat tindakan penyuntikan vaksin anti rabies (VAR). Kasus baru penularan rabies ke manusia hingga 26 Oktober 2010 hanya 69 kasus dan total telah terjadi 101 kasus positif pada manusia.

Dilihat dari perbandingannya, yang positif tertular terkesan hanya sedikit. Namun angka ini cukup fantastis karena dicapai dalam waktu 2 tahun sejak kasus pertama pada manusia ditemukan di Bali tahun 2008.

Menurut data dinas kesehatan provinsi (dinkes) Bali yang diterima detikHealth, Kamis (27/10/2010), stok VAR untuk saat ini hanya tersedia 33.151 vial. Jumlah itu sudah termasuk pengadaan terbaru pada 22 Oktober yakni sebanyak 16.635 vial, seluruhnya masih tersimpan di dinkes provinsi Bali.

Sementara itu untuk mengendalikan tingkat penularan di kalangan anjing liar, dinkes tak hanya bekerja sama dengan Dinas Peternakan melainkan juga didukung sebuah LSM yakni Bali Animal Welfare Assosiation (BAWA). LSM tersebut gencar melakukan vaksinasi anjing, khususnya di Gianyar dan Bangli.

Dengan dukungan dana dari berbagai organisasi internasional, BAWA mengklaim telah memiliki stok vaksin untuk 500 ribu ekor anjing. Bukan hanya anjing peliharaan, BAWA juga aktif memberikan vaksinasi terhadap anjing liar dan yang diliarkan.

"Satu-satunya cara paling efektif mengatasi penularan rabies adalah dengan memberikan vaksin kepada minimal 70 persen populasi anjing di suatu wilayah," ungkap Janice Girardi, direktur BAWA saat ditemui detikHealth di kantornya di wilayah Ubud.

Rabies umumnya ditularkan dari gigitan anjing, kucing atau monyet. Sebenarnya virus ini mudah sekali untuk diinonaktifkan melalui cara pemanasan, sabun, detergen, menciptakan suasana asam dan basa.

Virus ini memiliki masa inkubasi antara 2 minggu sampai 2 tahun, tapi rata-rata kasus rabies di Indonesia masa inkubasinya antara 2 minggu hingga 18 minggu.

Virus rabies ini harus melalui beberapa tahap terlebih dahulu hingga akhirnya mencapai otak, yaitu virus masuk melalui gigitan hewan lalu berkembang biak di otot sekitar gigitan. Setelah itu virus akan menginfeksi susunan saraf tepi yang nantinya akan menuju pusat saraf.

Jika sudah sampai ke saraf maka virus akan menginfeksi otak dan jaringan lain yang membuat harapan penderita untuk hidup semakin kecil.

Quote:
Seseorang yang terkena rabies akan menunjukkan gejala-gejala seperti:

1.Nyeri pada bekas luka gigitan
2.Sakit kepala
3.Lemas
4.Gelisah
5.Mulut berlendir
6.Takut air (hydrophobia) bahkan hanya untuk melihatnya saja.
7.Takut angin (aerophobia), takut cahaya (photophobia) dan takut suara. Karena itu biasanya pasien rabies ditempatkan di ruang rawat khusus yang gelap tanpa angin dan cahaya.

0 comments:

laporkan jika ada comment SPAM atau SARA di: MACHINE.MW[at]GMAIL.COM atau harsajet[at]yahoo.com

Poskan Komentar

disclaimer

semua artikel yang berada di www.unikindo.com berasalkan dari sumber yang berbeda- beda, dan admin www.unikindo.com tidak mengklaim artikel tersebut. jika anda tidak setuju dengan penayangan artikel- artikel ini silahkan hubungi admin di: harsajet[at]yahoo.com