Ilustrasi terjadinya GBT dan GBS
GBS terjadi karena hanya sebagian tubuh Bulan saja yang masuk ke bayangan utama (umbra) Bumi. Berbeda dengan kasus Gerhana Bulan Total (GBT), dimana seluruh tubuh Bulan akan masuk ke umbra karena posisi Matahari – Bumi – Bulan tepat segaris. Pada GBS ini, posisi Bulan akan sedikit menyimpang, sehingga tidak segaris. Karena Bulan mengelilingi Bumi, maka ia akan terlebih dahulu memasuki bayangan sekunder (penumbra) Bumi (P1). Biasanya dalam kasus Gerhana Bulan fase ini tidak terlihat signifikan, karena Bulan masih memantulkan cukup banyak cahaya Matahari. Jadi ia tak terlihat gelap. Baru ketika memasuki umbra (U1) sebagian tubuh Bulan akan terlihat gelap kemerahan.
Proses terjadinya gerhana.
Waktu Terjadi
Kita di Indonesia tidak dapat mengamati gerhana ini sepenuhnya dari awal. Berikut penjelasannya:
Awal gerhana Bulan dihitung dari titik kontak antara piringan bulan dengan batas luar penumbra (P1). Berdasarkan perkiraan, kontak P1 akan terjadi pada 08.57 UT (15.57 WIB). Di Indonesia bagian barat, kontak P1 terjadi saat masih siang, jadi tak terlihat sama sekali. Di wilayah timur Papua gerhana sudah bisa diamati walaupun samar dan pastinya sulit karena Bulan benar-benar baru terbit.
Kontak awal piringan bulan dengan umbra bumi adalah titik awal gerhana “sebenarnya” (U1). Kira-kira kontak U1 akan dimulai pada 10.16 UT (17.16 WIB). Ketika bulan terbit di zona waktu Indonesia tengah, bulan sudah mulai mengalami penggelapan.
Wilayah yang dilewati GBS 26 Juni 2010.
Setidaknya waktunya cukup sementara anda menanti pertandingan pertama babak 16 besar di Piala Dunia, kan? Jadi mari berharap langit cerah dan kita nikmati buah dari keagungan Yang Maha Pencipta ini




0 comments:
Posting Komentar